Lemari Kapsul, Solusi Fashion Berkelanjutan
Menurut PBB, industri fashion dan tekstil bertanggung jawab atas 20% limbah air dan 8-10% emisi gas rumah kaca di dunia. Itu baru polusi yang disebabkan oleh proses produksi pakaian, belum membicarakan limbah pakaian dan bahan tekstil yang dibuang di tempat-tempat pembuangan karena tidak bisa atau tidak mau dipakai lagi.
Kita dapat mengambil bagian dalam mengurangi limbah pakaian. Salah satu cara yang paling realistis adalah dengan menerapkan konsep lemari kapsul.
Apa itu lemari kapsul?
Lemari kapsul atau capsule wardrobe merupakan sebutan untuk konsep hanya memiliki pakaian yang penting, sehingga hanya memiliki sedikit pakaian. Awalnya lemari kapsul merupakan sebutan untuk sebagian kecil koleksi pakaian yang menjadi pondasi dari outfit dan gaya Anda, namun bukan menjadi keseluruhan koleksi pakaian Anda. 
Akibat meningkatnya kesadaran akan isu-isu lingkungan, termasuk isu limbah pakaian dan tekstil, orang-orang mendefinisikan ulang lemari kapsul. Yang awalnya hanya menjadi sebagian kecil dari lemari pakaian, sekarang lemari kapsul adalah gerakan fashion berkelanjutan.
Ciri-ciri lemari kapsul
Lemari Kapsul, Solusi Fashion Berkelanjutan
Mungkin Anda masih belum mendapatkan gambaran atas lemari kapsul. Ada beberapa karakteristik umum yang menggambarkan lemari kapsul.
• Hanya terdapat sedikit pakaian
Lemari kapsul adalah konsep hanya memiliki pakaian yang dibutuhkan, jadi pakaian yang dimiliki jumlahnya sedikit.
• Jarang belanja
Lemari Kapsul, Solusi Fashion Berkelanjutan
Karena hanya ingin memiliki pakaian yang benar-benar dibutuhkan, tentunya seseorang yang mengikuti konsep lemari kapsul jarang belanja.
• Berisi “staple pieces” atau pakaian-pakaian pokok
Pakaian-pakaian dalam lemari kapsul, selain berupa pakaian-pakaian yang penting saja, juga merupakan pakaian-pakaian yang “pokok” dan tidak pernah ketinggalan zaman. Contohnya seperti blazer hitam, kemeja putih, celana bahan, dan jeans.
• Semua pakaian cocok, biasanya warna-warna netral.
Untuk mendukung lebih sedikit berbelanja, pakaian-pakaian dalam lemari kapsul harus saling cocok satu sama lain. Karena semua pakaian yang Anda miliki cocok, tidak perlu membeli pakaian lain.
Keuntungan dari lemari kapsul
1. Fashion berkelanjutan
Tentunya keuntungan utama dari lemari kapsul adalah mengurangi  bentuk limbah yang disebabkan oleh industri fashion. Dengan jarang belanja pakaian baru, lebih sedikit juga pakaian yang akan kita buang.
2. Semua pakaianmu cocok satu sama lain
Memiliki koleksi pakaian yang semuanya cocok satu sama lain tentunya merupakan suatu keuntungan. Pakaian-pakaian Anda akan terlihat serasi tanpa memerlukan banyak usaha.
3. Menghemat waktu
Lemari Kapsul, Solusi Fashion Berkelanjutan
Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk berpakaian di pagi hari? Banyak orang yang menghabiskan berpuluh-puluh menit untuk memilih baju karena atasan dan bawahan yang mereka kenakan tidak cocok, dsb. Dengan lemari kapsul, karena semua pakaian Anda cocok satu sama lain, kombinasi pakaian apa pun yang Anda ambil dari lemari akan cocok.
Tidak hanya itu, menerapkan konsep lemari kapsul juga mengurangi waktu yang kamu butuhkan untuk beres-beres. Jika sering berbelanja dan memiliki banyak pakaian, lemari Anda cenderung akan berantakan dan Anda harus menyisihkan waktu untuk merapikannya. Belum lagi waktu yang Anda butuhkan untuk memilah pakaian yang masih akan Anda gunakan dan yang ingin Anda donasikan/buang. Dengan lemari kapsul, Anda memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang lebih penting.
4. Pakaianmu terlihat lebih mahal dan elegan
Mengenakan warna dan gaya pakaian yang netral telah terbukti membuat Anda tampil lebih anggun dan rapi. Pakaian dengan warna netral solid diasosiasikan dengan tampilan berkelas. Jika Anda mencari cara untuk berpakaian lebih berkelas, Anda dapat membangun lemari kapsul berisi pakaian-pakaian netral. Salah satu warna yang paling populer adalah putih, terutama putih monokromatik yang dipercaya akan membuat penampilan Anda terlihat lebih “mahal”.
Cara membangun lemari kapsul
1. Temukan gaya Anda
Kunci dari lemari kapsul adalah menemukan gaya berpakaian yang Anda benar-benar sukai. Karena tren influencer, banyak orang yang membeli pakaian setelah melihatnya di media sosial. Setelah itu mereka akan merasa pakaian yang sudah mereka miliki tidak cocok dengan baju baru tersebut sehingga mereka membeli lagi pakaian baru yang bisa dipadukan dengan baju tersebut. Inilah lingkaran setan konsumerisme fashion yang berakhir pada dibuangnya pakaian bekas pakai.
Daripada membeli semua hal yang Anda anggap menarik, lebih baik temukan dulu gaya berpakaian Anda. Pertama Anda harus mengerti potongan baju yang sesuai dengan tipe badan Anda, misalnya kerah V atau O, celana low atau high waist, dsb. Dari sini Anda dapat menyeleksi jenis pakaian yang Anda beli dan tidak terus-menerus belanja mengikuti tren. Lagipula pakaian yang terlihat manis pada influencer yang Anda lihat di Instagram belum tentu cocok dengan tipe badan Anda.
Kemudian tentukan palet warna yang Anda sukai. Biasanya untuk lemari kapsul, warna yang dipilih adalah warna-warna netral seperti nude, cream, beige, hitam, dan putih. Warna-warna ini cocok dipadukan degan warna apa saja sehingga pakaian dengan kombinasi warna-warna tadi akan dapat saling dipadankan. Setelah Anda selesai dengan warna dasar, jika ingin, pilih beberapa warna aksen: hanya satu atau dua, sebaiknya warna yang cocok dengan warna dasar yang telah Anda pilih.
Dengan mengetahui pakaian seperti apa yang cocok dan tidak, Anda mengurangi intensitas belanja dan akhirnya mengurangi pakaian yang Anda buang. Jika ada pakaian yang sudah Anda miliki yang tidak sesuai dengan gaya yang sudah Anda tentukan, cobalah berikan kepada saudara atau donasikan.
2. Tidak sering belanja
Dalam membangun lemari kapsul, Anda hanya membutuhkan beberapa potong pakaian pokok. Contohnya miliki lah kemeja putih dan mungkin 2-3 kemeja lain dengan warna netral, sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Anda tidak perlu menambahkan 5 kemeja lain dengan motif berbeda-beda. Intinya miliki hanya pakaian yang benar-benar Anda butuhkan.
Selain itu, sebenarnya lebih baik membeli pakaian secara langsung alih-alih online. Saat membeli online, Anda tidak benar-benar tahu bagaimana bahan dari pakaian tersebut sehingga besar kemungkinan Anda ternyata tidak menyukai bahannya lalu membuangnya.
3. Cari pakaian yang berkualitas dan berkelanjutan
Selain karena tidak suka, alasan lain orang membuang pakaiannya adalah karena rusak atau sudah tidak bisa dipakai. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya membeli pakaian dengan kualitas yang baik supaya dapat digunakan untuk waktu yang lama.
Lemari Kapsul, Solusi Fashion Berkelanjutan
Sekarang banyak perusahaan pakaian yang mengusung konsep berkelanjutan. Beberapa perusahaan mendaur ulang kain, mengurangi penggunaan air, dsb. Cari pakaian dengan label “100% poliester daur ulang” atau cari tahu merek mana yang menggunakan pewarna dan serat organik, dan sebagainya. Ada juga perusahaan pakaian yang menawarkan garansi perbaikan seumur hidup.
Sayangnya pakaian yang lebih berkualitas juga lebih mahal. Alternatif berkelanjutan lain adalah membeli pakaian bekas. Membeli sesuatu yang sudah dipakai atau terbuat dari kain yang sudah digunakan selalu lebih berkelanjutan daripada membeli sesuatu yang baru. Dan untungnya, lebih murah! Tetap cari bahan yang lebih tahan lama karena ingat, tujuannya adalah untuk membeli lebih sedikit.
Membangun lemari kapsul memang tidak mudah, Anda mungkin akan tergiur dengan tren sehingga membeli pakaian baru walaupun tidak membutuhkannya. Mulai saja terlebih dahulu, yang penting Anda mengurangi intensitas membeli dan menjual pakaian, supaya limbah pakaian berkurang.

Comments

0 comments

Write a comment

Comments are moderated