10 Langkah Sederhana untuk Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Seiring pertumbuhan populasi manusia, teknologi makin berkembang, namun sayangnya kerusakan lingkungan juga meningkat tajam. Gaya hidup konsumtif dan serba instan menyebabkan penumpukan limbah yang tak terhitung lagi jumlahnya, dan banyak limbah tersebut yang sulit diuraikan. Proses industri dan manufaktur juga menghasilkan banyak polusi dan emisi karbon, menyebabkan kerusakan lingkungan dan pemanasan global.
Untuk mencegah kondisi ekstrem yang tidak dapat dihindari, kita harus mengerahkan seluruh upaya untuk menjaga lingkungan. Berikut 10 cara sederhana yang dapat Anda lakukan untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan dengan reduce, reuse, dan recycle.
1.  Tolak kantong plastik

10 Langkah Sederhana untuk Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkunga

Sangat penting untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, mengingat Indonesia adalah penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. Memang beberapa kota di Indonesia sudah meniadakan kantong plastik di supermarket dan minimarket, namun kantong plastik masih didapatkan dari pasar, warung, toko kelontong, dsb. Selalu tolak kantong plastik, Anda harus benar-benar berkomitmen pada hal ini.  Setiap kali hendak keluar rumah, berhentilah sejenak dan pikirkan apakah Anda akan membeli sesuatu. Jika jawabannya mungkin, bawalah tas yang muat untuk membawa barang yang akan Anda beli.
Manfaatkan kembali kantong-kantong plastik yang ada dalam rumah. Jika Anda baru mulai mengurangi penggunaan kantong plastik, pasti di rumah Anda sudah ada banyak kantong plastic. Plastik-plastik ini dapat digunakan kembali, misalnya saat akan belanja bulanan terkadang sulit membawa 5 atau lebih totebag, jadi bawalah 1 totebag dan masukkan 4 kantong plastik yang sudah Anda miliki ke dalam totebag. Kantong plastik lebih mudah untuk dilipat dan disimpan dalam tas sehari-hari.
Yang terpenting adalah jangan menambah plastik di rumah karena pada akhirnya plastik itu akan dibuang. Manfaatkan plastik yang memang sudah ada di rumah sebaik mungkin sebelum membuangnya.
2.  Bawa tempat bekal dan botol minum

10 Langkah Sederhana untuk Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Saat pergi ke mal atau tempat lain di mana Anda pasti akan membeli minuman atau makanan yang tidak disajikan di restoran, bawalah botol minum dan kotak makan. Minta penjual untuk memasukkan makanan/minuman Anda ke dalam wadah milik Anda sendiri, bukan di styrofoam atau gelas plastik.
Jika Anda merasa bahwa membawa kotak makan siang dan botol air ke mana-mana adalah hal yang merepotkan, Anda dapat memilih tempat makan dan botol minum yang dapat dilipat/ditiup. Dengan begitu Anda bisa melipat dan memasukkannya ke dalam tas Anda tanpa memakan banyak tempat, mengembangkannya saat ingin digunakan, dan setelah selesai melipatnya lagi untuk menyimpannya.
Bawa juga sendok, garpu, sedotan, dan bahkan sumpit tiap kali bepergian. Terutama jika Anda suka jajan minuman seperti boba dan milk tea, minimal bawalah sedotan stainless ke mana pun Anda pergi. Sedotan ukurannya sangat kecil, pasti muat dalam tas Anda. Banyak sedotan stainless yang dijual sepaket dengan kantong untuk dibawa-bawa dan sikat kecil untuk membersihkannya.
3.  Ganti tisu dengan sapu tangan
Walaupun kebanyakan tisu biodegradable atau dapat diuraikan, ternyata pembuatannya tetap saja mencemari lingkungan. Kebanyakan merk tisu masih menggunakan bahan baku kayu pohon alih-alih menggunakan kertas daur ulang, sehingga dalam pembuatannya harus menebang pohon. Selain itu, produksi tisu juga menggunakan banyak sekali air dan menyebabkan polusi air dan udara.
Bawalah sapu tangan saat bepergian sebagai pengganti tisu. Dengan begitu, Anda cukup menggunakan beberapa sapu tangan seumur hidup, daripada membuang sebungkus tisu setiap minggu. Mungkin ini memang tidak dapat dilakukan dalam tiap situasi, tapi yang terpenting adalah usahakan untuk meminimalisir penggunaan tisu sekali pakai.
4.  Daur ulang
Jika memikirkan ramah lingkungan, pasti orang akan bicara tentang recycle atau daur ulang. Carilah cara baru untuk mendaur ulang sampah di rumah Anda daripada membiarkannya sia-sia. Lihat sekeliling Anda, benda apa yang sering dibuang namun sebenarnya bisa disulap menjadi benda lain? Beberapa orang bahkan sudah sukses membangun usaha dengan menjual barang daur ulang.
5.  Produk Compost-able

10 Langkah Sederhana untuk Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Sekarang perusahaan-perusahaan telah bergerak mengambil bagian dalam melestarikan planet kita. Salah satunya adalah membuat kemasan yang dapat dijadikan pupuk kompos. Beli barang-barang yang terbuat dari bahan organik dan jadikan kompos di rumah. Sisa-sisa makanan juga dapat diubah menjadi pupuk kompos, Anda dapat mencari cara melakukannya di internet. Saat kita membuat kompos di rumah, kita tidak hanya mengurangi sampah yang masuk ke TPA tetapi juga menutrisi tanah bumi. Kemudian Anda dapat menanam buah-buahan atau sayuran menggunakan pupuk tersebut.
6.  Perhatikan sampah elektronik
Tiap saat berbagai brand handphone merilis tipe baru dengan fitur yang lebih baik, sehingga orang kerap kali berganti-ganti handphone maupun laptop. Sayangnya hal ini berdampak sangat buruk pada lingkungan, proses daur ulang limbah elektronik yang tidak diregulasi dapat melepaskan berbagai bahan kimia beracun ke lingkungan.
Jangan terlalu sering membeli ponsel baru, gunakan ponsel setidaknya selama 2 tahun. Jika berganti handphone, usahakan jual handphone lama daripada membuangnya. Perhatikan juga limbah elektronik seperti TV lama, perangkat komputer lama, alat elektronik rumah bekas, dsb. Jual kepada orang yang akan mendaur ulang komponen-komponennya.
7.  Digitalisasi pekerjaan

10 Langkah Sederhana untuk Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Kurangi penggunaan kertas. Salah satu ‘blessing in disquise’ sejak pandemi adalah semua pekerjaan dilakukan secara digital. Jadi sebisa mungkin, bila Anda dapat mencatatnya secara digital, lakukanlah secara digital. Jika tidak memungkinkan, daur ulang kertas yang telah dipakai.
8.  Kurangi limbah pakaian
Sekarang banyak pakaian yang harganya rendah, tapi ternyata dampaknya sangat tinggi bagi lingkungan. Pakaian dengan bahan yang tidak tahan lama dalam waktu singkat akan rusak dan dibuang. Maka dari itu, daripada membeli pakaian dengan harga miring setiap minggu, lebih baik hanya membeli pakaian yang dibutuhkan dan dengan kualitas baik.
Tentunya pakaian dengan kualitas baik memiliki harga yang lebih “baik” juga. Tidak semua orang dapat membeli pakaian yang “sustainable”. Jika kondisi ekonomi Anda tidak memungkinkan untuk membeli pakaian sustainable, Anda dapat membeli pakaian second atau thrift. Dan yang terpenting adalah mengurangi pakaian yang Anda beli dan buang.
Temukan terlebih dahulu style Anda. Seringkali orang berbelanja karena ingin menemukan pakaian baru yang dapat dipadukan dengan pakaian yang sudah dimiliki. Siklus ini jika diikuti akan membuat Anda belanja terus-menerus. Sebaiknya pertama-tama temukanlah style Anda: yang Anda sukai dan Anda merasa nyaman mengenakannya. Hindari membeli pakaian hanya untuk mengikuti tren, pastikan Anda benar-benar menyukai style itu kalaupun orang lain tidak memakainya.
9.  Hemat listrik
Saat menghasilkan listrik, pembangkit listrik akan menggunakan bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak mentah. Sayangnya, proses ini melepaskan bahan kimia beracun seperti karbon dioksida dan nitrogen oksida yang kemudian menyebabkan efek rumah kaca dan pemanasan global. Jadi jangan nyalakan TV “supaya tidak sepi”, matikan lampu saat tidak di dalam ruangan.
10.  Gunakan produk sustainable
Saat akan membeli sesuatu, pikirkan berapa lama barang tersebut akan bertahan. Anda dapat mencari produk dengan kualitas yang baik atau garansi jangka panjang, beberapa produsen bahkan memiliki kebijakan perbaikan gratis seumur hidup. Rawat semua barang Anda dan pelajari cara memperbaikinya jika rusak daripada membuangnya begitu saja. Inilah kunci dari gaya hidup ramah lingkungan.

Comments

0 comments

Write a comment

Comments are moderated